Tuesday, December 2, 2014

Borneo Rush Ekstrim Adventure

New Toyota Rush (dok.leaflet Toyota)

Siapa yang tidak mengenal produk Toyota yang satu ini,ya betul..Toyota Rush namanya.Mobil mini SUV buatan Toyota yang diperuntukkan bagi kalangan muda yang gemar berpetualang ini,benar benar dibuat untuk menguji andrenalin para penggunanya.Dengan tampilan yang terlihat gagah, bergaya petarung jalanan serta dibekali dengan tenaga mesin yang gahar,Rush siap meladeni para pecinta petualangan di alam liar.

Belum lama ini kita sudah menyaksikan kiprah petualangan saudara “mudanya” dari Toyota Rush yang sudah sukses mengarungi petualangan dari pulau Sumatera dilanjutkan menelusuri tempat eksotis di Pulau Jawa hingga pulau Komodo dan terakhir menaklukkan tantangan di Sulawesi. Keberhasilan petualangan tersebut menginspirasi saya untuk bermimpi menaklukkan Pulau Kalimantan dengan Toyota Rush.Sebagai saudara tua,kemampuan Rush untuk diajak berpetualang tentu tidak kalah dengan saudara mudanya. Kenapa Pulau Kalimantan yang saya pilih? Seperti kita ketahui bersama, infrastruktur jalan di Pulau Kalimantan selama ini belum sebaik infrastruktur jalan yang ada di Pulau Sumatera,Jawa maupun Sulawesi. Apalagi diwilayah pedalaman Kalimantan yang dekat dengan perbatasan negara Malaysia. Kondisi jalan yang sebagian besar masih alami alias belum beraspal dan banyak kubangan air bila di musim penghujan seperti sekarang ini,yang kondisinya terlihat seperti sawah daripada jalan raya.Dan lebih ekstrim lagi,jalanan tersebut melewati hutan belantara yang belum terjamah tangan manusia. Ini nih,baru namanya benar benar petualangan yang seru dan mendebarkan dan tentu saja ekstrim.

Rencananya perjalanan ekspedisi menaklukkan Kalimantan dimulai dari kota Singkawang,terus menuju ke Pontianak Kalimantan Barat dilanjutkan menuju ke Palangkaraya di Kalimantan Tengah dan Samarinda dan berakhir di kota Balikpapan di Kalimantan Timur.Dengan melibatkan setidaknya 5 unit mobil Toyota Rush. Karena rute perjalanan yang akan ditempuh lumayan lama dan tentu saja menguras energi,segala persiapan awal menjadi penting diperhatikan.Waktu tempuh yang diperkirakan memakan waktu 3 minggu,koordinasi persiapan tim juga mesti menjadi prioritas. Langkah pertama tentu saja pengecekan mobil Toyota Rush yang akan di gunakan.Walaupun Toyota Rush masih masuk kategori mobil baru,toh pengecekan dasar seperti pengereman,kopling serta transmisi menjadi target.Selanjutnya perangkat roofbox masuk menjadi daftar wajib yang harus ada.Maklum perjalanan selama 3 minggu,jelas membutuhkan tempat ekstra untuk mengakomodasi barang bawaan.Pun demikian dengan navigasi,GPS masuk dalam perangkat yang wajib ada dalam mobil untuk kenyamanan perjalanan.Maklum rute perjalanan akan lebih banyak melewati jalur ekstrim.Selanjutnya perihal alat komunikasi juga tak luput disodorkan. Komunikasi,koordinasi,informasi serta strategi perjalanan menjadi hal penting dikomunikasikan antar peserta.Preparasi,sinergi dan kalkulasi matang menjadi kata kunci keberhasilan “Borneo Rush Ekstrim Adventureini.

Ekspedisi Borneo Rush Ekstrim Adventure ini dimulai dari kota Pontianak,Kalimantan Barat. Tim peserta selama beberapa jam mengekplorasi berbagai sudut kota Pontianak termasuk mengunjungi tugu Khatulistiwa yang menjadi simbol kota Pontianak.Destinasi selanjutnya adalah mengunjungi kota Singkawang. Kota yang lebih dikenal sebagai Pecinan-nya Kalimantan Barat ini memiliki tradisi unik yaitu perayaan Cap Go Meh.Perayaan Cap Go Meh ini dirayakan pada hari kelima belas tahun baru Imlek dan yang menjadi fokus pada perayaan ini adalah Tatung/Louya. Cap Go Meh merupakan suatu ritual yang dilakukan oleh Tatung/Louya untuk membersihkan kampung, jalan dan tempat-tempat lainnya dari roh/makhluk jahat yang mengganggu ketentraman manusia. Cap Go Meh di Singkawang merupakan tradisi yang unik karena merupakan akulturasi budaya orang-orang Tionghoa dengan budaya masyarakat lokal.Prosesi terakhir dari perayaan Cap Go Meh adalah pelelangan barang-barang yang telah diberkati. Barang yang dilelang seperti miniatur barongsai, ayam, berbagai jenis kue, batang tebu, minuman kaleng dan botol, jeruk serta keramik. Harga barang yang dilelang dapat mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah. Ini terkait dengan kepercayaan bahwa yang mendapatkan barang-barang yang dilelang dan telah diberkati akan membawa keberuntungan. Makanya tidak mengherankan jika peserta lelang berusaha untuk mendapatkan barang-barang tersebut agar keberuntungan selalu menyertai.

Puas seharian menyaksikan perayaan Cap Go Meh,team selanjutnya mampir sejenak menikmati makanan khas Kalimantan Barat yaitu tempoyak.Kuliner yang terbuat dari hasil fementasi buah durian yang banyak tumbuh di daerah tersebut.Karena tanpa bahan kimia jadi tempoyak ini awet bahkan sampai 1 tahun lamanya.Sebelum meninggalkan Kalimantan Barat tidak lupa untuk membeli oleh oleh khas Kalimantan Barat yaitu amplang.Seharian melakukan petualangan mengelilingi kota Pontianak dan Singkawang dengan Toyota Rush sungguh mengasyikkan.Dengan kondisi infrastruktur jalan yang relatif baik membuat suasana dalam perjalanan terasa nyaman. Ditambah dengan semribitnya AC yang sejuk didalam kabin Toyota Rush serta alunan musik yang lembut menyertai perjalanan ini.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju ke Palangkaraya,Kalimantan Tengah.Diperkirakan lama perjalanan ini memakan waktu sekitar 4-5 hari.Dengan melewati kondisi jalan yang beraneka ragam mulai dari kondisi jalan mulus beraspal hingga kondisi jalan ekstrim yang berkubang dengan lumpur. Perlengkapan “rantai roda” untungnya masuk dalam daftar wajib yang harus dibawa.Tidak dapat dibayangkan betapa sengsaranya mobil Toyota Rush ini dalam melewati kondisi jalan yang berkubang lumpur seperti dibawah ini.Anggota tim petualangan Borneo Rush Ekstrim Adventure untungnya sudah mempersiapkan berbagai kemungkinan terburuk selama dalam menjelajahi jalanan di Kalimantan ini.Berbagai perlengkapan “survival kit” pun siap sedia sebagai tindakan jaga jaga apabila ada halangan dan rintangan dalam perjalanan.

Kondisi jalan di pedalaman Kalimantan
(dok.tribunnews.com & blog jalan-kalimantan.blogspot.com)


Dengan sistem penggerak roda belakang,kekuatan tenaga Toyota Rush masih mampu melewati kondisi jalan yang ekstrim tersebut.Dengan didukung suspensi McPherson Slut dengan pegas koil dan stabilizer pada suspensi depan serta 4 link dengan pegas coil pada suspensi belakang membuat kesimbangan mobil Toyota Rush dalam bermanuver di kondisi jalan yang ekstrim masih terjaga dengan baik.Apalagi jarak terendah (ground clearence) yang cukup tinggi membuat Toyota Rush mampu menerjang medan jalan dalam segala kondisi.Ketangguhan mesin Toyota Rush benar benar diuji dalam melewati rute perjalanan menuju ke Palangkaraya ini.Mengingat kondisi rute yang sebagian besar masih dalam kondisi buruk,tim pun hanya melakukan perjalanan di siang hari.Untuk malam harinya anggota tim menginap di desa terdekat dari jalan raya tersebut.

Untungnya selama dalam perjalanan menyusuri rute medan menuju ke Palangkaraya disuguhi pemandangan alam yang sangat indah.Vegetasi pohon-pohon hutan khas Kalimantan tumbuh subur disepanjang tepi jalan.Diselingi dengan suara-suara burung serta suara suara hewan liar lainnya yang sedang bermain dengan sesamanya. Di beberapa tempat di suguhi pula bekas penebangan hutan yang dilakukan oleh beberapa warga untuk membuka lahan pertanian.

Sesampai di kota Palangkaraya,kru dan tim dapat bernafas lega.Satu tahapan perjalanan yang cukup memacu andrenalin para penumpang Rush sudah terlewati dengan susah payah.Menyusuri hutan belantara,menyeberangi sungai,naik turun jalanan yang masih alami serta mengalami berbagai peristiwa diluar nalar manusia.Ya,memang kawasan hutan di Kalimantan sudah terkenal dengan “wingitnya”.Jadi ya harus menjaga segala ucapan dan tindakan kita.Sambil berisirahat di kota Palangkaraya agar tim mekanik Toyota bisa melakukan pengecekan kembali secara menyeluruh terhadap mobil tungangannya,Toyota Rush.Semua bagian di check untuk memastikan tidak ada kerusakan selama menjalani rute berat dari Pontianak hingga Palangkaraya.Sambil menunggu berbagai persiapan untuk melanjutkan perjalanan menuju ke kota Balikpapan,seluruh anggota tim pun beristirahat.Memulihkan tenaga dan memulihkan stamina untuk menaklukkan rute selanjutnya.tentunya tidak lupa sambil menikmati kuliner khas Palangkaraya.Setelah berbagai persiapan fisik dan kondisi mobil sudah dinyatakan layak,tim petualang Borneo Rush Ekstrim Adventure pun melanjutkan perjalanan menuju ke kota minyak,Balikpapan.

Kondisi medan jalan selama di kota Palangkaraya yang masih mulus membuat perjalanan masih terasa nyaman.Di berbagai sudut kota Palangkaraya yang beberapa waktu lalu “heboh” karena diusulkan sebagai calon ibukota negara Indonesia,terlihat rapi dan tertata dengan baik.Manajemen pengelolaan tata ruang perkotaan benar benar di perhatikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.Setelah keluar dari kota Palangkaraya kondisi medan perjalanan sudah mulai berubah.Naik turun serta jalan bergelombang sudah menghadang anggota tim.Untungnya ketangguhan mesin Toyota Rush yang sudah teruji dalam etape pertama,masih mampu menaklukkan etape kedua yang tantangannya hampir sama.

Memasuki kota Samarinda,kondisi jalanan sudah semakin membaik.Aspal mulus membalut jalanan membuat perjalanan kembali terasa nyaman.Lamanya perjalanan serta rute yang beraneka ragam membuat kondisi tubuh cepat merasa lelah.Perut sudah berteriak kencang dengan menyanyikan lagu rock and roll minta di isi dengan asupan gizi yang sepadan.Tim pun mampir disebuah rumah makan yang menyajikan kuliner khas Samarinda yang terkenal dengan masakan lautnya.Kepiting saus lada hitam serta udang galah bakar siap di santap.
Keliling Kalimantan rasanya tidak lengkap bila tidak berkunjung ke rumah adat suku Dayak.Lokasi rumah adat ini berada di luar kota Samarinda.Rumah adat yang dibangun oleh Pemerintah Daerah setempat ini bertujuan agar penduduk suku Dayak tidak hidup nomaden lagi.Saat ini populasi penduduk suku Dayak di permukiman rumah adat tersebut sudah berkembang pesat.Sudah banyak pemuda suku Dayak yang bekerja di luar permukiman tersebut.

Tidak lupa tim pun mneyempatkan diri mengunjungi kota Tenggarong di Kutai Kartanegara.Dengan menyeberangi sungai Mahakam yang lebar sehingga mobil tunggangan Toyota Rush pun harus menaiki perahu untuk sampai di kota Tenggarong ini.Air sungai yang tenang membuat perasaan hati ini tenang dan damai menyeberangi sungai Mahakam.Berbeda dengan menyeberangi selat Bali atau selat Sunda dengan kapal ferry yang diombang ambingkan ombak laut hingga para penumpang harus berayun ayun mengikuti irama ombaknya.Di Tenggarong ini tim menyempatkan diri mengunnjungi museum Mulawarman serta istana Sultan Kutai Kartanegara.Tak lupa juga menikmati kuliner khas Kutai yaitu sate daging rusa.Mantap...
Sejenak berkeliling kota Samarinda untuk menikmati keindahannya serta sambil merelaksasi pikiran dan tenaga untuk melanjutkan etape berikutnya.Tidak lupa juga kondisi Toyota Rush mengalami pengecekan kembali. Kaki kaki diperiksa,oli mesin di cek,oli rem dan kampas rem diperiksa kembali.Setelah semuanya siap,tim pun bersiap meninggalkan kota Samarinda menuju kota Balikpapan


Jarak Samarinda dengan Balikpapan sekitar 120 km yang dapat ditempuh dalam waktu 2.5 jam bila kondisi jalanan tidak mengalami kemacetan.Keluar dari kota Samarinda,tim melewati jembatan Sungai Mahakam yang panjang. Rombongan berjalan beriringan pelan karena kondisi lalu lintas yang padat merayap.Agak khawatir juga melihat kemampuan jembatan ini menahan muatan yang ada diatasnya meski jembatan terlihat kokoh.Ini karena banyak truk-truk bermuatan berat serta berjalan merayap diatas jembatan ini.
Setelah lewat jembatan Sungai Mahakam, keadaan jalan mulai berkelak-kelok yang kebanyakan tidak dalam kondisi mulus, jalan banyak berlubang serta tanjakan turunan yang semakin membuat mobil Toyota Rush ini diuji kemampuannya lagi.Kesulitan medan jalan menuju ke Balikpapan ini belum apa apanya dibanding dengan kondisi rute etape pertama diatas.Tanpa kesulitan berarti mobil Toyota Rush pun melahapnya.Hebatnya Toyota Rush ini memang dapat diandalkan di segala medan jalan tanpa mengurangi kenikmatan penumpang didalam kabinnya.

Rute menuju ke kota Balikpapan ternyata melewati sebuah hutan bukit yang legendaris.Bukit Soeharto namanya.Terlihat dari luar hutan bukit Soeharto masih lebat dengan pepohonan,terlihat rimbun.Untungnya rombongan tim melewati kawasan hutan ini pada waktu siang hari,coba pada malam hari pasti aura mistis akan terasa. Hanya sayangnya pohon pohon di butan bukit Soeharto ini kok masih kecil kecil batangnya padahal sepertinya sudah lama menanamnya. Kondisi di dalam hutan bukit Soeharto lebih memprihatinkan lagi.Terlihat pohon pohon sudah ditebangi oleh para penebang liar.Jadi hutan bukit Soeharto ini terlihat rimbun dan hijau dari luar tetapi digerogoti dari dalam.Sungguh miris melihatnya.

Perjalanan panjang dengan medan yang tidak mulus dari Samarinda-Balikpapan, membuat tidak merasa lelah serta bosan, bahkan boleh dikata merasa sangat terpuaskan, sebab rombongan dapat menemui berbagai pengalaman pada situasi perjalanan yang beraneka nuansa, utamanya pengalaman perjalanan dengan mobil Toyota Rush terkini. Rupanya tetap bandel saja biarpun diajak blusukan kehutan,ke pantai dan kemana saja dengan jalan yang ajrut-ajrutan,Rush tetap okay. Akhirnya sampailah di garis finish dari ekspedisi Borneo Rush Ekstrim Adventure ini di E-Walk Super Blok Balikpapan. Sejenak rombongan melakukan press conference dengan awak media tentang kegiatan petualangan menelusuri pedalaman Kalimantan dengan mobil Toyota Rush.
Terpancar kegembiraan dari para peserta ekspedisi ini yang telah berhasil menaklukkan rute ter- ekstrim di pedalaman Kalimantan yang jarang di ekspose oleh media.Selain itu membuktikan ketangguhan mesin dan performanya yang handal dari mobil Toyota Rush ini yang bisa melahap kondisi jalan ekstrim di pedalaman Kalimantan.Serta dapat mengeksploitasi keindahan alam dan tempat wisata di Kalimantan yang tidak kalah indahnya dengan tempat lainnya di Indonesia.

Sayangnya ekpsedisi ini masih dalam impian, masih berupa imajinasi,belum menjadi kenyataan. Semoga saja tidak lama lagi menjadi kenyataan.Kita tantang Toyota Rush menaklukkan jalanan di pedalaman Kalimantan.Siapa yang mau ikut?


No comments: